SMANAWA MILIKI NATIVE SPEAKER BAHASA JEPANG SMANAWA MILIKI NATIVE SPEAKER BAHASA JEPANG SMANAWA MILIKI NATIVE SPEAKER BAHASA JEPANG

Berita Terkini Smanawa

Selamat atas Pengukuhan Gelar Doktor di bidang Manajemen Pendidikan kepada Kepala SMAN 9 Malang, Bapak Abdul Tedy M.Pd dari Universitas Negeri Malang- Selamat Hari Ulang Tahun ke-24 SMA Negeri 9 Malang 14 Agustus 2017..Jayalah selalu - Ananda Brian (kelas H3) dan M. Jamaludin (kelas H3) terpilih menjadi ketua OSIS-MPK periode kepengurusan 2017-2018 - Selamat kepada ananda Uci Septinus Wally telah diterima di Jurusan Teknik Kimia UI, serta ananda Midiles Kogoya di Jurusan Manajemen Universitas Jember pada program ADik 2017 - Daftar nama siswa SMAN 9 Malang yang berhasil diterima SNMPTN 2017 : Dilla (IPS 1), Laily Aura (IPA 6) Psikologi Unair, Firda Amalia (IPS 3) FIA Publik UB, Dhiatri Nari (IPS 3) Ilmu Hukum UB, Sherly (IPS 3) Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan UB, Jihan Naziha (IPS 3) Administrasi Pendidikan UM, Puti Indah Psikologi UB, Nadiya Eka (IPA 4) Kebidanan UB, Fatika Suryanita (IPA 4) Matematika Murni Ub, Chairunnisa (IPA 3) Teknologi Informasi UB, Tryvo Sukrisma (IPA 4) PGSD, Hana Salsabila (IPA 2) Pendidikan Dokter Gigi UB, Irfan Azhar (IPA 2) Akuntansi UB, Indira Putri (IPA 6) Sistem Informasi UB, Indah Annisa (IPS 3) Ilmu Politik UB, Fuad (IPA 3) Agribisnis, Tessalya (IPS 1) Psikologi UB, Annisa (IPS 1) HI UB, Eray Sofie (IPS 1) Ilmu Pemerintahan UB, Nurnel Safitri (IPA 4) Gizi Poltekes, Almira Kusumaningrum (IPA 4) Rekam Medis Poltekes, Raisa (IPS 2) Hukum UB, Rosa Dianovita (IPA 1) Bahasa Inggris UM- SMAN 9 MALANG OFFICIAL SITE

SMANAWA MILIKI NATIVE SPEAKER BAHASA JEPANG

Rabu, 14 September 2016 15:12:51 - oleh : admin

KERJASAMA SMA NEGERI 9 MALANG DENGAN

JAPAN FOUNDATION


SMAN 9 Malang Miliki Native Speaker Bahasa Jepang Kerjasama Japan Foundation

Author: Fandi Harianto


Nama besar Indonesia dikancah dunia internasional ternyata memiliki magnet tersendiri bagi mahasiswa mancanegara untuk belajar lebih dalam lagi mengenai Indonesia. Salah satunya mahasiswa Jepang Takamasha Fuse. Pemuda jepang yang telah memasuki tahun ke empat kuliah di Riysho Universty of Japan itupun rela mengambil cuti selama tujuh bulan agar dirinya dapat berpartisipasi dalam program Japan Foundation.

Takamasha Fuse kelahiran 21 Desember 1994 silam itupun usai melakoni berbagai rangkaian tes tulis maupun wawancara akhirnya lolos bersama 72 mahasiswa Jepang lainnya untuk melakukan program Japan Foundation di Indonesia selama tujuh bulan.

Dan terhitung sejak 17 Agustus 2016 lalu Takamashe yang mengaku suka akan bakso Malang otu resmi menjadi pengajar bahasa Jepang di SMA Negeri 9 Malang yang berada di kawasan jalan Puncak Borobudur No. 1.

Saat ditemui di ruang Kepala SMAN 9 Malang dengan didampingi Abdul Teddy, M.Pd dan juga guru pendamping Dra. Orris Pertawati, Takamashe menjelaskan kedatangannya ke Indonesia khususnya di SMAN 9 Malang ini tidak lain untuk melakukan pembelajaran bahasa dan budaya negeri matahari terbit.

” Saya tidak hanya ingin mengajarkan bahasa jepang pada siswa SMAN 9 Malang, tapi saya juga ingin mengenalkan budaya Jepang seperti seni melipat kertas atau origami, tarian jepang, tata cara memakai yukata, cara memasak masakan jepang seperti sushi, hingga mengajarkan beberapa lagi tradisional jepang kepada anak didik ” terang Takamashe dalam bahasa jepang yang diterjemahkan oleh Dra. Oris Pertawati.

Sementara itu, Kepala SMAN 9 Malang H. Abdul Teddy M.Pd sangat bersyukur atas kehadiran Takamashe di sekolah yang dikepalainya itu. Dengan adanya Takamashe maka secara otomatis sekolahnya memiliki native speaker bahasa Jepang walau hanya sampai pada 17 Maret 2017 mendatang.

” Siswa SMAN 9 Malang khususnya kelas bahasa akan dapat meningkatkan kemampuan mereka berbahasa jepang serta memperluas pengetahuan mereka akan negeri sakura itu dari narasumbernya secara langsung. Dengan demikian proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. ” terang Abdul Teddy, M.Pd.

Antusiasme Takamashe sedikit terhalang dan menemui kendala pada sisi komunikasi. Karena dirinya belum begitu paham bahasa Indonesia. Tapi dirinya merasa bersyukur atas dukungan kepala sekolah, guru pembimbing dan keluarga civitas akademika SMANAWA yang tiada henti memberikan bantuan sehingga sedikit demi sedikit halangan itu dapat dilaluinya.

Bravo Smanawa


kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya